Miklix

Gambar: Pisau Hitam yang Ternoda Menghadapi Pemburu Pembawa Lonceng

Diterbitkan: 25 Januari 2026 pukul 23.23.35 UTC
Terakhir diperbarui: 14 Januari 2026 pukul 22.21.55 UTC

Gambar fan art bergaya anime Elden Ring yang menunjukkan Tarnished dengan baju zirah Black Knife menghadapi Bell-Bearing Hunter di Church of Vows, dilihat dari belakang sesaat sebelum pertempuran.


Halaman ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang. Sayangnya, terjemahan mesin belum merupakan teknologi yang sempurna, sehingga kesalahan dapat terjadi. Jika Anda mau, Anda dapat melihat versi bahasa Inggris aslinya di sini:

Black Knife Tarnished Confronts Bell-Bearing Hunter

Gambar buatan penggemar bergaya anime dari Tarnished yang mengenakan baju zirah Black Knife dilihat dari belakang, menghadap bos Bell-Bearing Hunter di Church of Vows di Elden Ring.

Versi yang tersedia dari gambar ini

  • Ukuran biasa (1,536 x 1,024): JPEG - WebP
  • Ukuran besar (3,072 x 2,048): JPEG - WebP

Deskripsi gambar

Karya seni penggemar bergaya anime ini menangkap momen konfrontasi yang menegangkan antara dua karakter Elden Ring yang tangguh: Tarnished yang mengenakan baju besi Black Knife dan bos Bell-Bearing Hunter. Adegan tersebut berlangsung di dalam Gereja Sumpah yang megah dan mencekam, digambarkan dalam format lanskap resolusi tinggi dengan pencahayaan dramatis dan detail arsitektur gotik.

The Tarnished diposisikan di sisi kiri bingkai, terlihat sebagian dari belakang. Siluetnya ditentukan oleh helm berkerudung, baju zirah hitam berlapis, dan jubah merah tua yang melambai tertiup angin. Baju zirah tersebut memiliki detail yang rumit dengan lempengan yang saling tumpang tindih, aksen perak, dan ikat pinggang kulit cokelat dengan kantong yang terlihat. Di tangan kirinya, dipegang rendah dan ke luar, bersinar belati spektral emas, memancarkan cahaya samar di lantai batu sekitarnya. Sikapnya waspada dan hati-hati, lutut ditekuk dan tubuhnya miring ke arah ancaman yang mengintai di depan.

Di hadapan mereka berdiri Sang Pemburu Pembawa Lonceng, sosok menjulang tinggi yang diselimuti energi merah menyala. Zirah bajunya tampak hangus dan retak, dengan urat-urat berapi yang bersinar melalui celah-celahnya. Sebuah pedang besar berkarat tergenggam di tangan kanannya, miring ke bawah dengan ujungnya melayang tepat di atas tanah. Helmnya yang menyerupai tengkorak bersinar dengan mata merah yang tajam, dan posturnya agresif namun terkendali—siap menyerang tetapi masih mengamati lawannya. Jubah merah gelap berkibar di belakangnya, menggemakan jubah Sang Ternoda dan secara visual menghubungkan kedua petarung tersebut.

Gereja Sumpah (Church of Vows) menyajikan latar belakang yang dramatis. Jendela-jendela tinggi melengkung tanpa kaca membingkai kastil di kejauhan dengan menara dan kubah, yang tampak sebagai siluet di langit yang pucat dan mendung. Dinding katedral sudah tua dan retak, ditumbuhi tanaman rambat dan lumut. Dua patung sosok berjubah yang memegang lilin abadi berdiri di ceruk-ceruk tersembunyi, nyala api keemasan mereka berkedip lembut. Lantainya terbuat dari lempengan batu yang usang, dengan rumpun rumput dan gugusan bunga liar biru dan putih tumbuh di antara celah-celahnya. Sebuah tangga lebar mengarah ke jendela-jendela tengah, menarik pandangan pengunjung ke arah kastil di kejauhan dan memperkuat kedalaman pemandangan.

Komposisi ini menekankan ketegangan antara kedua figur, dengan Sang Ternoda di latar depan dan Sang Pemburu Pembawa Lonceng yang menjulang di depan. Penyelarasan diagonal tubuh mereka menciptakan aliran visual yang dinamis, sementara sumbu tengah katedral menjadi jangkar adegan tersebut.

Palet warna memadukan warna biru dingin, abu-abu, dan cokelat tanah dengan warna merah dan emas yang cerah. Partikel-partikel magis melayang di udara, meningkatkan suasana supranatural.

Dibuat dengan gaya anime semi-realistis, gambar ini menampilkan garis luar yang tegas, pose dinamis, dan detail tekstur yang teliti. Gambar ini membangkitkan drama sinematik dan detail yang akurat seperti dalam gim, membekukan momen ketegangan dan antisipasi tepat sebelum pertempuran meletus.

Gambar terkait dengan: Elden Ring: Bell Bearing Hunter (Church of Vows) Boss Fight

Bagikan di BlueskyBagikan di FacebookBagikan di LinkedInBagikan di TumblrBagikan di XBagikan di LinkedInPin di Pinterest