Gambar: Pedang di Depan Kuburan
Diterbitkan: 26 Januari 2026 pukul 00.19.57 UTC
Gambar fan art anime beresolusi tinggi yang menunjukkan Tarnished menghunus pedang melawan Death Knight berwajah tengkorak yang membusuk di Katakombe Sungai Kalajengking dari Elden Ring: Shadow of the Erdtree.
Blades Before the Grave
Versi yang tersedia dari gambar ini
Deskripsi gambar
Adegan ini menangkap momen hening yang penuh ketegangan di kedalaman Katakombe Sungai Kalajengking, dunia bawah tanah yang terlupakan dengan batu-batu retak, lengkungan yang menetes, dan cahaya remang-remang. Komposisinya luas dan sinematik, membentang di sepanjang koridor yang tergenang air dengan lempengan batu yang tidak rata dan licin karena kelembapan. Genangan air dangkal beriak dengan bintik-bintik biru samar yang melayang di udara seperti bara api dari api roh yang padam, memantulkan cahaya obor dalam goresan emas dan biru kehijauan yang bergetar. Lengkungan-lengkungan besar menjulang di latar belakang, bayangannya menelan kengerian apa pun yang mungkin masih tersembunyi lebih dalam di reruntuhan.
Di sisi kiri bingkai berdiri Sang Ternoda, diselimuti baju zirah Pisau Hitam. Baju zirah itu gelap, kusam, dan seperti baju pembunuh, dengan aksen biru halus yang bersinar lembut di sepanjang jahitannya. Potongan-potongan kain yang compang-camping menjuntai dari jubah dan pelindung kakinya, sedikit berkibar di udara bawah tanah yang pengap. Sang Ternoda tidak lagi bersenjata belati tetapi dengan pedang lurus yang berkilauan, dipegang rendah dan ke depan dalam posisi siaga. Bilahnya panjang dan sempit, baja yang dipolesnya menangkap cahaya obor dalam garis tajam yang membentang dari gagang hingga ujung. Lututnya ditekuk, berat badannya bergeser ke depan, seolah-olah sedang menguji tanah sebelum melakukan serangan mendadak. Tudung menutupi wajahnya sepenuhnya, mereduksi sosok itu menjadi siluet gelap dengan niat mematikan.
Di hadapan mereka dari sebelah kanan adalah Ksatria Kematian, menjulang tinggi dan monumental. Zirah miliknya merupakan perpaduan barok antara emas kusam dan lempengan hitam pekat, berlapis ukiran gaib dan motif kerangka. Dari balik helmnya, yang terlihat bukanlah wajah manusia, melainkan tengkorak yang membusuk, menguning dan retak, rongga matanya yang kosong bersinar samar-samar dengan cahaya biru dingin. Mahkota halo bercahaya dari logam berduri melingkari kepalanya, memancarkan aura suram dan suci yang kontras dengan kejam dengan pembusukan di bawahnya. Kabut spektral biru melingkari sepatunya dan menjalar dari persendian zirah miliknya, seolah-olah katakomba itu sendiri menghembuskan napas melalui dirinya.
Ksatria Maut menggenggam kapak perang besar bermata sabit, dengan ujung emasnya diukir dengan rune dan bertabur duri-duri tajam. Dia memegang senjata itu secara diagonal di tubuhnya, belum dalam ayunan mematikan, tetapi dalam posisi siap siaga yang mengancam. Gagang yang berat itu miring ke bawah, menunjukkan bahwa busur penghancur akan segera dilepaskan.
Di antara kedua sosok ini terbentang hamparan pendek lantai batu yang rusak, dipenuhi puing-puing dan genangan dangkal yang memantulkan pecahan cahaya mereka: kilauan biru dingin dari Sang Ternoda dan lingkaran cahaya emas menyala dari Ksatria Kematian. Lingkungan terasa kuno dan mencekam, namun terhenti dalam waktu, seolah-olah katakomba itu sendiri menahan napas. Belum ada yang bergerak, tetapi setiap detailnya menunjukkan bahwa gerakan tak terhindarkan. Ini adalah saat sebelum bentrokan, ketika tekad bertemu dengan kutukan, dan keheningan lebih nyaring daripada teriakan apa pun.
Gambar terkait dengan: Elden Ring: Death Knight (Scorpion River Catacombs) Boss Fight (SOTE)

