Gambar: Kebuntuan di Gurun Caelid
Diterbitkan: 12 Januari 2026 pukul 14.53.13 UTC
Terakhir diperbarui: 10 Januari 2026 pukul 22.17.51 UTC
Gambar fan art anime sudut lebar sinematik yang menunjukkan Tarnished menghadapi Death Rite Bird yang undead di tanah tandus Caelid tepat sebelum pertempuran.
Standoff in the Wastes of Caelid
Versi yang tersedia dari gambar ini
Deskripsi gambar
Kamera telah mundur untuk memperlihatkan pemandangan yang lebih luas dan sinematik dari dataran Caelid yang tandus, tempat Sang Ternoda dan Burung Ritual Kematian saling berhadapan di bawah langit merah tua yang bergejolak. Bingkai yang lebih luas menekankan kehancuran tanah tersebut: perbukitan berwarna karat yang bergelombang memudar di kejauhan, diselingi oleh singkapan batu bergerigi dan siluet pohon-pohon mati tanpa daun yang menjulang ke atas seperti tangan kerangka. Abu dan bara api yang menyala melayang perlahan di udara, memberikan kesan bahwa tanah itu sendiri masih membara akibat malapetaka kuno.
Di bagian kiri depan berdiri Sang Ternoda, sebagian membelakangi penonton. Zirah Pisau Hitam digambarkan dengan detail yang tajam ala anime, lempengan-lempengan gelap berlapisnya diukir dengan pola perak halus yang berkilauan samar-samar dalam cahaya senja merah. Tudung dan jubah yang menjuntai menyembunyikan identitas sosok tersebut, memperkuat gagasan bahwa prajurit ini bisa jadi siapa saja yang mengembara di Tanah Antara. Sang Ternoda menggenggam belati pendek yang bilahnya bersinar dengan cahaya merah bara api yang meleleh, memancarkan sorotan hangat di seluruh sarung tangan dan rumput yang robek di kaki prajurit itu. Posturnya waspada dan siaga, setiap otot siap untuk menerjang ke depan.
Di seberang tanah terbuka, tampaklah Burung Ritual Kematian, yang kini terlihat lebih jelas dalam bingkai yang diperluas. Sayapnya yang besar dan compang-camping terbentang lebar, bulu-bulunya yang bergerigi diselingi energi cyan yang berderak dan berdenyut seperti kilat dingin menembus daging mati. Kepala makhluk itu jelas merupakan kepala burung mayat hidup: paruh yang bengkok dan membusuk, tulang yang pecah terlihat di bawah bulu yang layu, dan rongga mata yang kosong menyala dengan api biru seperti hantu. Di tengah dadanya, inti spektral bersinar terang, menerangi tulang rusuk yang robek dan memancarkan cahaya yang menyeramkan ke tanah hangus di bawahnya.
Pandangan yang lebih luas memperkuat kontras antara kedua sosok dan lingkungan mereka. Warna merah hangat dan oranye terbakar dari tanah yang rusak berbenturan dengan warna biru dingin dari energi nekromantik yang memancar dari Burung Ritual Kematian. Langit bergemuruh dengan awan berlapis-lapis, dilukis dengan warna ungu memar dan merah tua berlumuran darah, seolah-olah langit sendiri menjadi saksi konfrontasi tersebut. Terlepas dari skala lanskapnya, momen itu tetap sunyi mencekam — detak jantung yang tertahan di mana baik pemburu maupun mangsa mengukur jarak, niat, dan tekad sebelum kekacauan pertempuran meletus di dataran terkutuk Caelid.
Gambar terkait dengan: Elden Ring: Death Rite Bird (Caelid) Boss Fight

