Miklix

Gambar: Tarnished vs. Death Rite Bird — Ketenangan Sebelum Bentrokan

Diterbitkan: 26 Januari 2026 pukul 09.05.49 UTC

Sebuah adegan fan art bergaya anime sinematik yang menunjukkan Tarnished dalam baju zirah Black Knife menghadapi Death Rite Bird di ladang kuburan Charo's Hidden Grave yang menyeramkan dan diterangi cahaya merah tua dari Elden Ring: Shadow of the Erdtree.


Halaman ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang. Sayangnya, terjemahan mesin belum merupakan teknologi yang sempurna, sehingga kesalahan dapat terjadi. Jika Anda mau, Anda dapat melihat versi bahasa Inggris aslinya di sini:

Tarnished vs. Death Rite Bird — The Calm Before the Clash

Gambar buatan penggemar bergaya anime yang menampilkan Tarnished dengan baju zirah Black Knife menghadapi Death Rite Bird yang bercahaya di Charo's Hidden Grave sesaat sebelum pertempuran.

Versi yang tersedia dari gambar ini

  • Ukuran biasa (1,536 x 1,024): JPEG - WebP
  • Ukuran besar (3,072 x 2,048): JPEG - WebP

Deskripsi gambar

Ilustrasi ini menampilkan adegan konfrontasi bergaya sinematik anime yang berlatar di Makam Tersembunyi Charo dari *Elden Ring: Shadow of the Erdtree*, dibingkai dalam komposisi lanskap yang luas. Di latar depan sebelah kiri berdiri sang Ternoda, mengenakan baju zirah Pisau Hitam yang ramping. Baju zirah itu berwarna gelap, hampir seperti obsidian, dengan lempengan berlapis tajam yang memantulkan cahaya biru samar dari kegelapan di sekitarnya. Jubah berkerudung panjang menjuntai di belakang prajurit itu, sedikit bergelombang seolah-olah tertiup angin dingin yang tak terlihat. Sang Ternoda memegang pisau pendek dan sempit di sisi tubuhnya, ujungnya memantulkan cahaya biru kehijauan pucat. Postur tubuhnya tegang namun terkendali, lutut sedikit ditekuk, bahu tegak, jelas bersiap untuk saat ketika ketenangan yang rapuh itu berubah menjadi kekerasan.

Di seberang, mendominasi separuh kanan bingkai, tampaklah Burung Ritual Kematian. Makhluk itu merupakan perpaduan mengerikan antara anatomi kerangka burung dan energi gaib. Kakinya yang memanjang berujung pada cakar yang hampir tidak menyentuh tanah basah yang memantulkan cahaya, seolah-olah setengah melayang. Tubuhnya kurus dan seperti mayat, terbelah oleh celah biru bercahaya yang berdenyut seperti bara api yang sekarat. Kepalanya setipis tengkorak, dimahkotai dengan tonjolan bergerigi, dan rongga matanya yang kosong menyala dengan cahaya cyan dingin. Dari punggungnya terbentang sayap-sayap besar yang compang-camping, selaputnya terkoyak menjadi fragmen-fragmen seperti renda yang bersinar dengan pola-pola spektral, seolah-olah jiwa-jiwa terperangkap di dalamnya.

Lingkungan tersebut memperdalam suasana mencekam. Medan perang adalah jalan setapak yang tergenang air, dipenuhi batu nisan yang retak dan sisa-sisa reruntuhan yang terlupakan. Genangan air gelap memantulkan kedua sosok tersebut, secara halus mengaburkan bayangan mereka. Di sekelilingnya, hamparan bunga merah menyala kontras dengan palet warna yang redup, kelopaknya melayang di udara seperti percikan api atau darah yang jatuh. Tebing-tebing di latar belakang menjulang curam, mengurung pemandangan dalam arena batu dan bayangan yang sesak. Langit kelabu yang diselimuti badai menekan dari atas, ditaburi abu yang berterbangan dan bintik-bintik cahaya merah.

Meskipun suasana hening saat itu, semuanya terasa dipenuhi dengan energi yang siap meledak. The Tarnished dan Death Rite Bird membeku tepat sebelum serangan pertama, hanya dipisahkan oleh beberapa langkah tanah yang berkilauan. Cahaya yang berlawanan dari mereka — biru baja yang terkendali dari The Tarnished dan cyan spektral yang ganas dari monster itu — menarik perhatian ke garis tak terlihat di antara mereka, menangkap detak jantung yang tepat sebelum pertempuran meletus.

Gambar terkait dengan: Elden Ring: Death Rite Bird (Charo's Hidden Grave) Boss Fight (SOTE)

Bagikan di BlueskyBagikan di FacebookBagikan di LinkedInBagikan di TumblrBagikan di XBagikan di LinkedInPin di Pinterest