Gambar: Ketenangan Sebelum Bentrokan di Sellia
Diterbitkan: 12 Januari 2026 pukul 14.54.07 UTC
Terakhir diperbarui: 10 Januari 2026 pukul 16.30.39 UTC
Karya seni fantasi gelap sinematik yang menunjukkan Tarnished berhadapan dengan Pendekar Pedang Nox dan Biksu Nox di reruntuhan berkabut Kota Sihir Sellia, menangkap momen tegang sebelum pertempuran di Elden Ring.
The Quiet Before the Clash in Sellia
Versi yang tersedia dari gambar ini
Deskripsi gambar
Ilustrasi fantasi gelap ini menyajikan pandangan yang lebih realistis dan tidak terlalu bergaya tentang konfrontasi di jalanan kota Sellia Town of Sorcery yang hancur. Perspektifnya luas dan sinematik, memungkinkan penonton untuk mengamati lingkungan serta konfrontasi itu sendiri. Di latar depan sebelah kiri berdiri Sang Ternoda, terlihat dari belakang dan sedikit ke samping. Armor Pisau Hitam digambarkan dengan tekstur realistis: pelat logam yang tergores, tali kulit yang lapuk, dan jubah hitam tebal yang tergantung dalam lapisan yang robek dan tidak rata. Di tangan kanan Sang Ternoda, sebuah belati pendek bersinar dengan cahaya merah tua yang pekat, halus dan tidak berlebihan, pantulannya bergetar samar di atas batu-batu bulat yang lembap.
Di kejauhan, perlahan-lahan mendekat, tampak Pendekar Pedang Nox dan Biksu Nox. Jubah mereka tidak lagi cerah atau seperti kartun, tetapi kusam dan usang, kain pucatnya ternoda oleh usia dan abu. Pendekar Pedang memegang pedang melengkung di sisinya, genggamannya rileks namun mematikan, sementara Biksu bergerak dengan ketenangan yang aneh, lengan sedikit terbuka seolah menyeimbangkan antara ritual dan kekerasan. Wajah mereka tetap tersembunyi di balik kerudung berlapis dan hiasan kepala yang rumit, yang membuat ekspresi mereka tidak dapat dibaca dan kehadiran mereka meresahkan.
Jalan di antara mereka rusak dan tidak rata, dengan batu-batu yang retak, gulma yang merambat, dan pecahan-pecahan batu yang berserakan. Di sepanjang jalan berdiri anglo batu yang memancarkan nyala api biru redup yang berkedip-kedip tertiup angin malam. Api-api ini memancarkan cahaya dingin pada dinding dan sosok-sosok, menciptakan bayangan panjang yang membentang di tanah dan menyatu di tengah jalan. Butiran-butiran debu bercahaya kecil melayang di udara, sisa-sisa sihir yang masih tersisa yang memberikan pemandangan itu kilauan samar yang tidak alami.
Latar belakang yang lebih luas mengungkapkan lebih banyak tentang keagungan tragis Sellia. Bangunan-bangunan gotik menjulang tinggi mengapit jalan, lengkungannya retak, jendelanya kosong dan hitam. Tanaman rambat merambat di atas balkon yang hancur, dan pohon-pohon bengkok menerobos atap yang runtuh, merebut kembali kota yang terlupakan. Di kejauhan, struktur pusat Sellia yang masif menjulang menembus kabut, garis luarnya hampir tidak terlihat di bawah langit yang dipenuhi awan gelap yang bergulir.
Belum ada gerakan apa pun selain pendekatan lambat dari dua sosok Nox dan sikap mantap dari Tarnished. Ini adalah momen hening sebelum serangan pertama, di mana dunia seolah menahan napas. Komposisi ini menekankan realisme, atmosfer, dan ketegangan daripada tontonan, menggambarkan jeda yang suram dan mencekam di kota yang telah lama ditinggalkan oleh sihir dan kehancuran.
Gambar terkait dengan: Elden Ring: Nox Swordstress and Nox Monk (Sellia, Town of Sorcery) Boss Fight

