Miklix

Gambar: Avatar yang Ternoda vs. Avatar Busuk di Caelid

Diterbitkan: 25 Januari 2026 pukul 23.44.23 UTC
Terakhir diperbarui: 14 Januari 2026 pukul 19.12.19 UTC

Sebuah ilustrasi fan art anime yang dramatis, menunjukkan para Tarnished dengan baju zirah Black Knife mendekati bos Putrid Avatar dengan hati-hati di lanskap Caelid yang terbakar dan rusak dari Elden Ring.


Halaman ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang. Sayangnya, terjemahan mesin belum merupakan teknologi yang sempurna, sehingga kesalahan dapat terjadi. Jika Anda mau, Anda dapat melihat versi bahasa Inggris aslinya di sini:

Tarnished vs. Putrid Avatar in Caelid

Adegan bergaya anime yang menampilkan Tarnished dengan baju zirah Black Knife menghadapi Putrid Avatar di gurun merah Caelid sesaat sebelum pertempuran.

Versi yang tersedia dari gambar ini

  • Ukuran biasa (1,536 x 1,024): JPEG - WebP
  • Ukuran besar (3,072 x 2,048): JPEG - WebP

Deskripsi gambar

Sebuah adegan fan art bergaya anime menangkap keheningan tegang sesaat sebelum pertempuran di tanah terkutuk Caelid. Gambar tersebut berlatar lanskap sinematik yang luas di bawah langit yang dipenuhi awan merah tua yang bersinar seolah diterangi dari dalam oleh api yang jauh. Abu dan partikel seperti bara api melayang di udara, menciptakan kesan bahwa tanah itu sendiri terbakar atau membusuk dalam gerakan lambat. Di latar depan sebelah kiri berdiri Sang Ternoda, dilihat dari belakang dan sedikit ke samping, mengenakan baju zirah Pisau Hitam yang ramping. Baju zirah itu gelap dan buram dengan tepi metalik yang halus, lempengan-lempengan bersegmennya menempel erat di tubuh seperti cangkang bayangan. Jubah panjang yang compang-camping berkibar ke belakang tertiup angin panas, dan Sang Ternoda memegang belati melengkung ramping di satu tangan, bilahnya berkilauan samar dengan cahaya dingin di lingkungan merah. Sikapnya lebih berhati-hati daripada agresif, lutut sedikit ditekuk dan bahu miring, menunjukkan bahwa prajurit itu sedang mengukur jarak dan bahaya di depan. Di seberang jalan yang hangus, mendominasi sisi kanan komposisi, menjulang Sang Avatar Busuk. Sosok mengerikan itu tampak seolah tumbuh dari tanah itu sendiri: tubuhnya adalah gumpalan kulit kayu, akar, dan kayu busuk yang terpelintir, dihiasi retakan bercahaya dari energi merah tua yang mengerikan. Matanya menyala seperti bara api di dalam wajah kayu yang berongga, dan lengannya yang besar berujung pada senjata seperti gada yang bengkok, terbentuk dari akar dan batu yang dipadatkan. Serpihan daun, pembusukan, dan bara api berputar-putar di sekitar makhluk itu, seolah-olah korupsi yang menghidupkannya tidak dapat ditampung dalam kerangkanya sendiri. Tanah di antara kedua sosok itu adalah jalan retak berwarna merah darah yang membelah ladang rumput mati dan pohon-pohon bengkok yang cabang-cabang kerangkanya mencakar langit. Di kejauhan, puncak-puncak batu yang bergerigi menjulang seperti gigi yang patah, berbayang di cakrawala yang bercahaya. Komposisinya seimbang untuk menekankan momen sebelum gerakan: belum ada petarung yang menyerang, tetapi udara di antara mereka terasa penuh dengan keniscayaan. Warna merah dan hitam yang hangat mendominasi palet, dengan sorotan halus pada baju besi dan kayu yang memberikan kedalaman dan tekstur. Efek keseluruhannya dramatis dan penuh firasat buruk, menggambarkan bukan kekacauan pertempuran, tetapi momen menegangkan dan mencekam ketika baik yang Ternoda maupun monster saling mengenali sebagai ancaman maut dan bersiap untuk melepaskan semua yang mereka miliki.

Gambar terkait dengan: Elden Ring: Putrid Avatar (Caelid) Boss Fight

Bagikan di BlueskyBagikan di FacebookBagikan di LinkedInBagikan di TumblrBagikan di XBagikan di LinkedInPin di Pinterest