Gambar: Tarnished vs Tibia Mariner – Pertarungan Fan Art Anime
Diterbitkan: 5 Februari 2026 pukul 10.07.50 UTC
Terakhir diperbarui: 2 Februari 2026 pukul 22.23.03 UTC
Gambar fan art bergaya anime beresolusi tinggi yang menggambarkan Tarnished dengan baju zirah Black Knife menghadapi bos Tibia Mariner di Desa Summonwater beberapa saat sebelum pertempuran dimulai.
Tarnished vs Tibia Mariner – Anime Fan Art Showdown
Versi yang tersedia dari gambar ini
Deskripsi gambar
Karya seni penggemar bergaya anime beresolusi tinggi ini menangkap ketegangan menjelang pertempuran antara Tarnished dan Tibia Mariner yang seperti hantu di rawa-rawa yang menyeramkan di sebuah desa yang hancur. Adegan berlangsung saat senja, di mana cahaya keemasan yang redup menyaring melalui pepohonan musim gugur dan struktur batu yang rusak, memantulkan bayangan panjang di atas air dangkal yang tertutup kabut. Di latar depan berdiri Tarnished, mengenakan baju besi Black Knife yang ramping yang memadukan bayangan dan keanggunan, pelat logam gelapnya diukir dengan pola perak yang halus. Jubah berkerudung terhampar di belakang mereka, sedikit berkibar seolah-olah digerakkan oleh angin yang tak terlihat. Postur mereka waspada namun tegas, lutut sedikit ditekuk dan bahu condong ke depan, menyampaikan kesiapan tanpa agresi. Di tangan kanan mereka, belati yang sedikit bercahaya memancarkan cahaya kuning lembut, menerangi riak di kaki mereka dan kontras dengan kabut ungu dingin yang menggantung rendah di atas rawa.
Di seberang Tarnished, mengapung Tibia Mariner, sosok kerangka yang menyeramkan diselimuti jubah ungu compang-camping. Bos tersebut berdiri di dalam perahu kayu kecil yang berornamen, yang tampak meluncur dengan mudah di atas air tanpa terlihat adanya tenaga penggerak. Ukiran perahu itu rumit dan kuno, menunjukkan ritual yang terlupakan dan peradaban yang hilang. Mariner menggenggam instrumen panjang seperti tanduk yang digunakan sebagai senjata dan alat pemanggil, bentuknya yang melengkung menggemakan siluet bulan sabit dari langit pucat di atasnya. Gumpalan energi eterik berputar di sekitar kapal, mewarnai kabut di sekitarnya dengan warna lavender yang menyeramkan dan menciptakan cahaya supernatural yang memisahkan bos dari dunia fisik.
Latar belakang memperlihatkan monumen batu yang runtuh, batu nisan yang roboh, dan reruntuhan yang sebagian terendam, semuanya mengisyaratkan pemukiman yang dulunya makmur kini diliputi oleh kerusakan. Bunga liar merah dan rumpun alang-alang hijau muncul di permukaan air, menambahkan aksen warna lembut yang kontras dengan palet warna yang suram. Langit memadukan warna biru lembut dan oranye yang memudar, menangkap momen rapuh antara siang dan malam, mencerminkan ketegangan emosional antara kedua tokoh tersebut. Tak satu pun dari mereka yang bertarung telah menyerang; sebaliknya, keduanya saling mengamati dengan cermat, mewujudkan antisipasi diam sebelum kekerasan meletus. Komposisi menyeimbangkan cahaya dan bayangan, gerakan dan keheningan, hidup dan mati, menciptakan gambaran dramatis yang menekankan ketegangan, suasana, dan skala mitos dari pertemuan tersebut.
Gambar terkait dengan: Elden Ring: Tibia Mariner (Summonwater Village) Boss Fight

