Gambar: Tarnished vs Godfrey — Kapak Emas di Aula Kerajaan
Diterbitkan: 1 Desember 2025 pukul 20.25.29 UTC
Terakhir diperbarui: 29 November 2025 pukul 13.41.42 UTC
Pertarungan bergaya anime isometrik di aula Elden Ring: Tarnished dengan pedang emas berhadapan dengan Godfrey yang menghunus kapak dua tangan besar, bersinar dalam warna emas.
Tarnished vs Godfrey — Golden Axe in the Royal Hall
Gambar tersebut menggambarkan adegan pertempuran dramatis bergaya anime yang terinspirasi oleh Elden Ring, disajikan dari perspektif isometrik yang tinggi. Konfrontasi terjadi di dalam aula besar — ruang interior yang dibangun dari balok-balok batu pucat, terstruktur formal dengan deretan pilar besar dan lengkungan berkubah yang berulang. Skala area tersebut menunjukkan ruang singgasana atau arena upacara jauh di dalam Leyndell, Ibukota Kerajaan. Lantai batunya dilapisi ubin berpola kisi-kisi lempengan persegi panjang, masing-masing dengan variasi warna halus, retakan, marmer, dan keausan alami — cukup untuk menyiratkan usia dan sejarah. Bayangan jatuh lembut di tanah tetapi semakin dalam di sekitar pilar, meninggalkan latar belakang yang redup namun atmosferik, sebuah ruangan luas yang membentang jauh melampaui para pejuang.
Di kiri bawah berdiri Tarnished, berbaju zirah dari ujung kepala hingga ujung kaki dalam pakaian hibrida kulit-baja yang menghitam mengingatkan pada para pembunuh Black Knife. Zirah itu terdiri dari pelat berlapis, pola timbul, dan panel kain yang mengalir halus dengan gerakan. Seluruh tubuhnya tampak dipahat untuk gerakan yang senyap dan tepat; siluetnya mematikan dan sempit. Sebuah tudung membayangi wajahnya, menjaga anonimitas dan memberinya profil yang senyap dan tidak menyenangkan. Sebagian besar zirahnya menyerap cahaya daripada memantulkannya, hanya memungkinkan tepi tertipis untuk berkilau. Satu lengan terulur ke depan, pedang di tangan — senjata itu digenggam erat di tangan kanannya persis seperti yang diminta. Bilahnya bersinar keemasan seperti petir melingkar, ujungnya yang dipoles menyebarkan percikan api. Tarnished menekuk lututnya, berat badan rendah, seolah siap untuk melompat ke depan atau menangkis serangan masuk berikutnya.
Godfrey berdiri di hadapannya—mendominasi sisi kanan—terpahat bak raja-prajurit monolitik. Ia memancarkan kehadiran mistis: setiap ototnya tegas, cahaya keemasan beriak di sekujur tubuhnya bagai logam cair. Janggut dan surai rambutnya yang panjang berkibar ke luar seolah tersapu angin abadi, helaiannya berkilau bagai sinar matahari. Ekspresi Godfrey muram namun terfokus, alisnya berkerut, rahangnya terkatup rapat. Cahaya hangat dari tubuhnya tak hanya mendefinisikan dirinya, tetapi juga membanjiri batu di sekitarnya, memantulkan pantulan dan sorotan samar pada pilar-pilar di dekatnya.
Yang terpenting, ia hanya memegang satu senjata: kapak perang dua tangan yang monumental. Kedua tangannya menggenggam gagang panjang kapak itu, memastikan perubahan yang diminta. Kepala kapak itu lebar, melengkung ganda, ditempa dari emas berkilau yang senada dengan auranya. Motif-motif terukir berjajar di permukaan bilahnya—pola-pola berputar yang hampir menyerupai kerajaan, mengisyaratkan keahlian kuno. Godfrey berdiri tanpa alas kaki, kaki ditekuk dan membumi dalam posisi seorang prajurit, mendominasi ruang dengan kekuatan fisik yang luar biasa. Satu langkah salah dari Tarnished akan berarti kehancuran.
Ketegangan menggantung di antara mereka. Senjata mereka belum beradu, tetapi pedang terang Tarnished mengarah ke depan, menyatu dengan lengkungan kapak Godfrey—dan jejak tipis percikan api yang melayang menunjukkan bahwa sebuah serangan hanya tinggal beberapa detik lagi. Pencahayaan memperkuat kontras: aula terasa hambar dan dingin, tetapi para tokohnya bersinar keemasan—satu seperti prajurit cahaya yang ditempa, yang lain seperti petarung bayangan yang memantulkan cahaya pinjaman. Adegan itu membeku di tengah momen—setengah pertempuran, setengah legenda.
Gambar terkait dengan: Elden Ring: Godfrey, First Elden Lord (Leyndell, Royal Capital) Boss Fight

