Gambar: Tarnished vs. Bell-Bearing Hunter — Pertempuran Malam di Gubuk
Diterbitkan: 1 Desember 2025 pukul 15.44.10 UTC
Terakhir diperbarui: 30 November 2025 pukul 22.32.34 UTC
Karya seni penggemar Elden Ring yang atmosferik menampilkan Tarnished yang beradu dengan Bell-Bearing Hunter di Gubuk Pedagang Terpencil di bawah bulan purnama.
Tarnished vs. Bell-Bearing Hunter — Night Battle at the Shack
Latar ceritanya adalah larut malam, di mana kegelapan menyelimuti pinggiran Negeri Antara yang terlupakan. Sebuah gubuk terpencil dengan papan-papan lapuk dan lentera yang remang-remang berdiri di latar belakang, dibingkai oleh siluet-siluet pepohonan tandus yang berkelok-kelok dan langit remang-remang yang diterangi cahaya bulan. Hembusan angin menyeret rerumputan dan mengaduk kayu-kayu kasar bangunan itu, menangkap momen dari Elden Ring yang terasa sunyi sekaligus hidup.
Di latar depan, dua sosok bertabrakan dalam kebuntuan yang menegangkan. The Tarnished—lincah, tenang, dan mematikan—berdiri mengenakan baju zirah Black Knife, sosok mereka terselubung bayangan di balik tudung kain gelap. Ukiran logam yang rumit menelusuri pelat dada dan sarung tangan yang tersegmentasi, setiap lekukan baja memantulkan cahaya dingin bulan purnama. Pedang mereka, ramping dan melengkung elegan, memancarkan cahaya spektral pucat yang menembus kegelapan di sekitarnya seperti seberkas api musim dingin. Posisi mereka rendah dan melingkar, mengisyaratkan kecepatan, ketepatan, dan antisipasi serangan fatal. Sebuah cahaya merah seperti bara api berkelap-kelip dari dalam bayangan helm mereka, menunjukkan tekad yang tak tergoyahkan dan keheningan yang mematikan sebelum gerakan meletus.
Di hadapan mereka berdiri Sang Pemburu Pembawa Lonceng—monolitik, berlapis baja lapuk, dan terbungkus gulungan kawat berduri berkarat yang menembus lapisan logam kuno. Zirahnya, yang rusak di beberapa tempat namun tetap utuh dengan brutal, membawa debu dari perburuan yang tak terhitung jumlahnya. Lapisan yang dulunya halus kini babak belur, kusam, dan ternoda oleh waktu, dengan sisa-sisa kain yang berjumbai seperti panji-panji yang robek. Ia tak lagi mengenakan topi lebar sang pemburu; sebagai gantinya, sebuah helm berat berwajah besi membungkus kepalanya, berlubang-lubang untuk melihat dan bernapas, meskipun tak ada kelembutan manusia yang tersisa di balik celah-celah itu. Kehadiran yang kusam dan menindas terpancar dari sosok yang menjulang tinggi itu, seperti ingatan akan rasa takut itu sendiri.
Di tangannya, ia menggenggam pedang besar dua tangan—sangat besar, lapuk, dan terlilit untaian kawat kejam yang sama seperti yang melilit baju zirahnya. Senjata itu tampak kurang dibuat dan lebih seperti peninggalan masa lalu, perpanjangan brutal dari sosok yang diciptakan untuk mengejar dan menghukum. Bobotnya tersirat dari ketegangan postur sang Pemburu, namun kesiapannya menunjukkan bahwa serangan bisa jatuh kapan saja dengan kekuatan dahsyat.
Cahaya bulan menyinari seluruh pertemuan dengan rona biru-kelabu yang dingin, hanya diselingi cahaya lentera dari gubuk dan kilauan spektral pedang Tarnished. Medan perang ini terbuat dari keheningan dan ketegangan—dua pembunuh yang diterangi dalam keheningan sebelum kekerasan menghantam, bingkai beku bahaya, mitos, ingatan, dan baja.
Gambar terkait dengan: Elden Ring: Bell-Bearing Hunter (Isolated Merchant's Shack) Boss Fight

