Miklix

Panduan Lengkap Menanam Kiwi di Rumah

Diterbitkan: 26 Januari 2026 pukul 00.06.34 UTC

Menanam kiwi di rumah tidak hanya mungkin tetapi juga bisa sangat bermanfaat. Tanaman merambat yang kuat ini menghasilkan buah yang melimpah, kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan. Dengan perawatan dan kesabaran yang tepat, Anda dapat menikmati kiwi hasil tanam sendiri selama beberapa dekade, karena tanaman yang sudah mapan dapat menghasilkan hingga 100 pon buah setiap tahunnya.


Halaman ini diterjemahkan oleh mesin dari bahasa Inggris agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang. Sayangnya, terjemahan mesin belum merupakan teknologi yang sempurna, sehingga kesalahan dapat terjadi. Jika Anda mau, Anda dapat melihat versi bahasa Inggris aslinya di sini:

A Complete Guide to Growing Kiwis at Home

Perbandingan berdampingan antara buah kiwi cokelat berbulu dan buah kiwiberry hijau halus, termasuk buah utuh dan potongan yang memperlihatkan daging buah berwarna hijau cerah dan biji hitam di atas permukaan kayu pedesaan.
Perbandingan berdampingan antara buah kiwi cokelat berbulu dan buah kiwiberry hijau halus, termasuk buah utuh dan potongan yang memperlihatkan daging buah berwarna hijau cerah dan biji hitam di atas permukaan kayu pedesaan. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Jika Anda pernah menikmati rasa manis-asam buah kiwi dari toko bahan makanan, bayangkan memanen buah yang kaya nutrisi ini dari halaman belakang rumah Anda sendiri. Panduan komprehensif ini akan memandu Anda melalui semua yang perlu Anda ketahui tentang memilih, menanam, dan merawat tanaman kiwi untuk memastikan panen yang sukses.

Jenis-Jenis Tanaman Kiwi: Memilih Varietas yang Tepat

Sebelum mulai menanam kiwi, penting untuk memahami berbagai jenis yang tersedia dan mana yang akan tumbuh subur di wilayah Anda. Ada dua jenis utama tanaman kiwi yang cocok untuk kebun rumah:

Buah Kiwi Fuzzy (Actinidia deliciosa)

Inilah buah kiwi berwarna cokelat dengan kulit berbulu halus yang biasa ditemukan di toko-toko bahan makanan. Buah seukuran telur ini memiliki daging berwarna hijau cerah dan biji berwarna hitam. Ciri-ciri utamanya meliputi:

  • Buah yang lebih besar (panjang 3-4 inci)
  • Membutuhkan iklim yang lebih hangat (zona USDA 7-9)
  • Membutuhkan 225-240 hari bebas embun beku
  • Kurang tahan dingin (rusak di bawah 10°F)
  • Varietas populer: 'Hayward', 'Vincent', 'Jenny' (dapat melakukan penyerbukan sendiri)
  • Biasanya membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk menghasilkan buah.

Kiwi Hardy atau Kiwiberi (Actinidia arguta)

Jenis ini menghasilkan buah yang lebih kecil, seukuran anggur, dengan kulit halus yang dapat dimakan. Mereka jauh lebih tahan terhadap cuaca dingin dan mudah beradaptasi dengan berbagai wilayah. Karakteristik utamanya meliputi:

  • Buah yang lebih kecil (panjang 1-2 inci)
  • Sangat tahan dingin (zona 4-9, hingga -25°F)
  • Kulit yang halus dan dapat dimakan (tidak perlu dikupas)
  • Rasa manis dan intens yang sering digambarkan sebagai rasa tropis.
  • Varietas populer: 'Ananasnaya' (Anna), 'Ken's Red', 'Issai' (subur)
  • Kiwi Arktik (Actinidia kolomikta) bahkan lebih tahan banting (hingga -40°F).

Persyaratan Iklim: Menemukan Zona Tumbuh Kiwi Anda

Peta zona ketahanan USDA yang menyoroti wilayah yang cocok untuk menanam berbagai varietas kiwi.

Memahami iklim setempat sangat penting untuk keberhasilan budidaya kiwi. Meskipun kiwi sering dikaitkan dengan lingkungan tropis, berbagai varietas dapat tumbuh subur di berbagai zona pertumbuhan dengan perawatan yang tepat.

Zona Suhu dan Ketahanan

  • Kiwi Berbulu (Actinidia deliciosa): Paling cocok untuk zona USDA 7-9, tanaman ini membutuhkan suhu yang lebih hangat dan musim tanam yang lebih panjang. Tanaman ini dapat rusak oleh suhu di bawah 10°F.
  • Kiwi Tahan Dingin (Actinidia arguta): Jauh lebih mudah beradaptasi, tumbuh dengan baik di zona 4-9. Dapat menahan suhu musim dingin serendah -25°F saat benar-benar dalam keadaan dorman.
  • Kiwi Arktik (Actinidia kolomikta): Varietas yang paling tahan dingin, mampu bertahan hidup di zona 3-7 dengan suhu hingga -40°F.
Peta zona ketahanan USDA Amerika Serikat yang menunjukkan wilayah berkode warna tempat varietas kiwi tahan dingin, arktik, berbulu, dan tropis dapat ditanam.
Peta zona ketahanan USDA Amerika Serikat yang menunjukkan wilayah berkode warna tempat varietas kiwi tahan dingin, arktik, berbulu, dan tropis dapat ditanam. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Persyaratan Cahaya Matahari

Semua varietas kiwi membutuhkan sinar matahari penuh hingga teduh sebagian untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal. Usahakan mendapatkan setidaknya 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari. Di daerah yang lebih panas, sedikit naungan di sore hari dapat bermanfaat untuk mencegah daun gosong.

Perlindungan dari Embun Beku dan Angin

Meskipun tanaman kiwi yang sedang dorman tahan terhadap cuaca dingin, pertumbuhan musim semi mereka sangat rentan terhadap kerusakan akibat embun beku. Tunas muda dapat mati hanya dengan terpapar suhu 30°F atau lebih rendah selama 30 menit. Untuk melindungi tanaman Anda:

  • Hindari menanam di daerah rawan embun beku atau daerah dataran rendah tempat udara dingin berkumpul.
  • Tanam di lereng yang menghadap utara di daerah yang lebih dingin untuk menunda munculnya tunas di awal musim semi.
  • Gunakan penutup baris atau kain pelindung embun beku untuk melindungi tunas muda selama embun beku di akhir musim semi.
  • Pilihlah lokasi yang terlindung dari angin kencang yang dapat merusak tanaman anggur dan buah-buahan.

Persiapan Tanah: Menciptakan Lingkungan Tumbuh yang Sempurna

Persiapan tanah yang tepat dengan bahan organik dan pengujian pH sangat penting untuk keberhasilan pertumbuhan kiwi.

Tanaman kiwi adalah tanaman tahunan berumur panjang yang dapat berproduksi selama 20 tahun atau lebih, sehingga persiapan tanah yang tepat sebelum penanaman sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang. Meluangkan waktu untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang ideal akan memberikan hasil yang baik dalam hal kesehatan tanaman dan produksi buah.

Karakteristik Tanah Ideal

  • PH tanah: Tanaman kiwi lebih menyukai tanah yang sedikit asam hingga netral dengan pH antara 5,5 dan 7,0. Uji tanah Anda sebelum menanam dan perbaiki sesuai kebutuhan.
  • Jenis Tanah: Tanah yang subur, mudah mengalirkan air, dan memiliki kandungan bahan organik tinggi sangat ideal. Tanah lempung berpasir atau lempung liat sangat cocok.
  • Drainase: Drainase yang baik sangat penting karena akar kiwi rentan membusuk dalam kondisi tergenang air. Permukaan air tanah harus berada setidaknya 2-3 kaki di bawah permukaan tanah.

Pengujian dan Perbaikan Tanah

Sebelum menanam, ambil sampel tanah dari lapisan atas sedalam 12-18 inci dan ujilah secara profesional. Ini akan mengungkapkan pH dan kadar nutrisi tanah Anda, memungkinkan Anda untuk melakukan perbaikan yang tepat sasaran:

  • Jika pH tanah di bawah 5,5 (terlalu asam), campurkan batu kapur dolomit sebanyak 5-10 pon per 100 kaki persegi.
  • Jika pH tanah di atas 7,0 (terlalu basa), tambahkan belerang elemental (1-6 pon per 100 kaki persegi tergantung jenis tanah).
  • Campurkan kompos, pupuk kandang yang sudah matang, atau bahan organik lainnya setebal 2-3 inci untuk meningkatkan struktur dan kesuburan tanah.
  • Untuk tanah liat yang berat, tambahkan bahan organik tambahan dan pertimbangkan untuk membuat bedengan yang ditinggikan untuk meningkatkan drainase.
Seorang tukang kebun menambahkan kompos ke tanah dan menguji pH sambil menyiapkan bedengan untuk tanaman kiwi.
Seorang tukang kebun menambahkan kompos ke tanah dan menguji pH sambil menyiapkan bedengan untuk tanaman kiwi. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Proses Penanaman: Mempersiapkan Tanaman Kiwi Anda agar Sukses

Teknik penanaman yang tepat dengan jarak tanam yang memadai dan pemasangan struktur penyangga.

Menanam tanaman kiwi dengan benar sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas jangka panjangnya. Tanaman merambat yang kuat ini membutuhkan jarak tanam yang tepat, penyangga, dan perawatan awal agar dapat tumbuh dengan baik.

Kapan Menanam

Tanam tanaman kiwi di awal musim semi setelah bahaya embun beku yang parah berlalu tetapi sebelum cuaca panas tiba. Ini memberi tanaman waktu untuk tumbuh sebelum panas musim panas atau dingin musim dingin. Di sebagian besar wilayah, ini berarti penanaman antara bulan Maret dan Mei.

Jarak dan Dukungan

Tanaman kiwi tumbuh dengan subur dan membutuhkan ruang yang luas serta struktur penyangga yang kuat:

  • Tanamlah tanaman dengan jarak 10-15 kaki (sekitar 3-4,6 meter) antar baris.
  • Beri jarak minimal 15 kaki antar baris jika menanam beberapa baris.
  • Pasang teralis, pergola, atau gazebo yang kokoh sebelum atau pada saat penanaman.
  • Struktur penyangga setidaknya harus setinggi 6-7 kaki dan mampu menahan beban yang signifikan.

Petunjuk Penanaman Langkah demi Langkah

  1. Gali lubang yang lebarnya dua kali lipat dari bola akar dan cukup dalam untuk menampung akar-akarnya.
  2. Jika menanam tanaman merambat tanpa media tanam, buat gundukan kecil di tengah lubang dan sebarkan akarnya di atasnya.
  3. Untuk tanaman yang ditanam dalam pot, keluarkan tanaman dengan hati-hati dan longgarkan akar yang melingkar.
  4. Tempatkan tanaman di dalam lubang dengan bagian pangkal batang (tempat batang bertemu akar) berada di permukaan tanah atau sedikit di atasnya.
  5. Isi kembali dengan tanah yang dicampur kompos, tekan perlahan untuk menghilangkan kantong udara.
  6. Siram tanaman secara menyeluruh setelah penanaman untuk memadatkan tanah di sekitar akar.
  7. Taburkan lapisan mulsa setebal 2-3 inci di sekitar tanaman, jaga agar jaraknya beberapa inci dari batang.
  8. Pangkas tanaman merambat yang baru ditanam hingga menyisakan 2-3 tunas untuk mendorong pertumbuhan awal yang kuat.
Gambar instruksional enam panel yang menunjukkan cara menanam tanaman kiwi, termasuk mengatur jarak lubang tanam, menggali hingga kedalaman yang tepat, menambahkan kompos, menanam tanaman, menyiram, dan mengikatnya ke penyangga teralis.
Gambar instruksional enam panel yang menunjukkan cara menanam tanaman kiwi, termasuk mengatur jarak lubang tanam, menggali hingga kedalaman yang tepat, menambahkan kompos, menanam tanaman, menyiram, dan mengikatnya ke penyangga teralis. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Opsi Struktur Pendukung

Tanaman kiwi membutuhkan sistem penyangga yang kokoh yang mampu menahan beratnya dan memfasilitasi pelatihan dan pemangkasan yang tepat:

Teralis T-Bar

  • Tiang-tiang dipasang dengan jarak 15-20 kaki dan palang melintang sepanjang 4-5 kaki.
  • Kawat-kawat dipasang di sepanjang palang penyangga untuk menopang sulur buah.
  • Ideal untuk produksi komersial dan pemangkasan terorganisir.
  • Memungkinkan pelatihan sistematis untuk tanaman kordon dan sulur buah.

Pergola atau Gazebo

  • Pilihan menarik untuk taman rumah
  • Memberikan naungan sekaligus menopang beban buah yang berat.
  • Membutuhkan tiang sudut dan balok melintang yang kuat.
  • Tinggi minimum 7-8 kaki untuk bisa berjalan di bawahnya.
Foto lanskap yang menunjukkan berbagai sistem teralis tanaman kiwi, termasuk teralis berbentuk T, teralis berbentuk A, pergola, dan penyangga vertikal dengan tanaman merambat yang sarat buah di sebuah kebun.
Foto lanskap yang menunjukkan berbagai sistem teralis tanaman kiwi, termasuk teralis berbentuk T, teralis berbentuk A, pergola, dan penyangga vertikal dengan tanaman merambat yang sarat buah di sebuah kebun. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Persyaratan Penyerbukan: Memastikan Produksi Buah

Bunga kiwi jantan (kiri) dengan benang sari penghasil serbuk sari dan bunga betina (kanan) dengan putik di tengahnya.

Memahami penyerbukan kiwi sangat penting untuk keberhasilan produksi buah. Tidak seperti banyak tanaman buah lainnya, sebagian besar varietas kiwi memiliki tanaman jantan dan betina yang terpisah (dioecious), artinya Anda membutuhkan keduanya untuk menghasilkan buah.

Tumbuhan Jantan dan Betina

Pada sebagian besar spesies kiwi, tumbuhannya berjenis kelamin jantan atau betina:

  • Tanaman betina menghasilkan bunga dengan putik yang berkembang dengan baik (bagian reproduksi betina) dan akan berbuah ketika diserbuki.
  • Tumbuhan jantan menghasilkan bunga dengan benang sari yang melepaskan serbuk sari tetapi tidak menghasilkan buah sendiri.
  • Anda hanya dapat membedakan secara akurat antara tanaman jantan dan betina ketika mereka berbunga, biasanya pada tahun ketiga.

Rasio Penyerbukan dan Penempatan

Untuk penyerbukan dan produksi buah yang optimal:

  • Tanam setidaknya satu tanaman merambat jantan untuk setiap 6-8 tanaman merambat betina.
  • Sebarkan tanaman jantan di seluruh area penanaman Anda untuk penyerbukan yang lebih baik.
  • Pastikan varietas jantan dan betina berbunga pada waktu yang bersamaan.
  • Tanam tanaman jantan dan betina dalam jarak 50 kaki satu sama lain.

Varietas yang Subur Sendiri

Jika ruang terbatas, pertimbangkan varietas yang dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tidak memerlukan tanaman jantan terpisah:

  • 'Issai' (Actinidia arguta) - Kiwi tangguh yang dapat menghasilkan buah tanpa penyerbuk jantan.
  • 'Jenny' (Actinidia deliciosa) - Varietas kiwi berbulu yang dapat melakukan penyerbukan sendiri

Catatan: Bahkan varietas yang dapat melakukan penyerbukan sendiri sering menghasilkan panen yang lebih besar ketika diserbuki silang dengan tanaman jantan.

Metode Penyerbukan

Bunga kiwi terutama diserbuki oleh:

  • Angin: Serbuk sari dibawa dari bunga jantan ke bunga betina oleh arus udara.
  • Lebah: Lebah madu dan lebah asli mengunjungi bunga-bunga yang harum dan memindahkan serbuk sari.
  • Penyerbukan manual: Di ruang tertutup atau ketika penyerbuk alami langka, Anda dapat melakukan penyerbukan manual dengan memindahkan serbuk sari menggunakan kuas kecil.
Gambar makro jarak dekat yang menunjukkan bunga kiwi jantan dan betina berdampingan, menyoroti benang sari berwarna kuning pada bunga jantan dan ovarium berwarna hijau dengan stigma berbentuk bintang pada bunga betina.
Gambar makro jarak dekat yang menunjukkan bunga kiwi jantan dan betina berdampingan, menyoroti benang sari berwarna kuning pada bunga jantan dan ovarium berwarna hijau dengan stigma berbentuk bintang pada bunga betina. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Penyiraman dan Pemupukan: Nutrisi untuk Pertumbuhan yang Sehat

Penyiraman yang tepat dengan irigasi tetes (kiri) dan pemberian pupuk (kanan) untuk tanaman kiwi

Penyiraman dan pemupukan yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan yang kuat dan produksi buah yang melimpah pada tanaman kiwi. Tanaman ini memiliki kebutuhan nutrisi spesifik yang berubah seiring bertambahnya usia.

Persyaratan Penyiraman

Tanaman kiwi membutuhkan kelembapan yang konsisten, terutama selama masa pertumbuhan awal dan perkembangan buah:

  • Tanaman anggur yang baru ditanam: Siram secara menyeluruh 2-3 kali per minggu selama musim tanam pertama.
  • Tanaman yang sudah tumbuh: Berikan air sebanyak 1-2 inci setiap minggu selama musim pertumbuhan.
  • Periode kritis: Tingkatkan penyiraman selama masa berbunga, pembentukan buah, dan perkembangan buah.
  • Metode penyiraman: Irigasi tetes atau selang perendam sangat ideal karena mengalirkan air langsung ke zona akar.

Pantau kelembapan tanah secara teratur dan sesuaikan penyiraman berdasarkan curah hujan, suhu, dan jenis tanah. Tujuannya adalah untuk menjaga agar tanah tetap lembap secara konsisten tetapi tidak pernah tergenang air.

Gambar close-up dari alat penyiram tetes yang menyirami butiran pupuk di bawah tanaman kiwi di kebun yang disinari matahari.
Gambar close-up dari alat penyiram tetes yang menyirami butiran pupuk di bawah tanaman kiwi di kebun yang disinari matahari. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Jadwal Pemupukan

Tanaman kiwi tumbuh subur dan mendapat manfaat dari pemupukan teratur, tetapi sensitif terhadap pemupukan berlebihan, terutama saat masih muda:

Usia TanamanJumlah Pupuk (per tanaman)Pengaturan Waktu Aplikasi
Tahun tanamTidak perlu pupuk-
Tahun kedua2 ons nitrogen murniDibagi menjadi 3-4 aplikasi (April-Juli)
Tahun ketiga4 ons nitrogen murniDibagi menjadi 3 aplikasi (Maret-Juli)
Tahun keempat6 ons nitrogen murniDibagi menjadi 3 aplikasi (Maret-Juli)
Tahun kelima dan seterusnya8-16 ons nitrogen murni2/3 di bulan Maret, 1/3 di akhir Mei

Jenis Pupuk

Tanaman kiwi merespons dengan baik terhadap pupuk organik maupun konvensional:

  • Pupuk organik seimbang (seperti 5-5-5) memberikan nutrisi yang dilepaskan secara perlahan.
  • Kompos dan pupuk kandang yang sudah matang memperbaiki struktur tanah sekaligus menambah nutrisi.
  • Emulsi ikan atau ekstrak rumput laut dapat digunakan sebagai pupuk daun tambahan.
  • Hindari pupuk dengan kandungan garam tinggi yang dapat merusak akar kiwi yang sensitif.

Saat memberikan pupuk, sebarkan secara melingkar di sekitar tanaman, mulai dari sekitar 6 inci dari batang dan memanjang hingga garis tetesan air. Siram secara menyeluruh setelah pemberian pupuk untuk membantu nutrisi mencapai zona akar.

Pemangkasan dan Pelatihan: Membentuk Tanaman Anggur Anda untuk Produksi Maksimal

Tanaman kiwi sebelum dipangkas (kiri) dan setelah dipangkas dan dibentuk dengan benar (kanan)

Pemangkasan dan penataan yang tepat sangat penting untuk mengelola pertumbuhan tanaman kiwi yang subur dan memaksimalkan produksi buah. Tanpa pemangkasan rutin, tanaman akan menjadi kusut dengan kualitas dan kuantitas buah yang berkurang.

Sistem Pelatihan

Tanaman kiwi biasanya dilatih menggunakan salah satu dari dua sistem utama:

Sistem T-Bar

  • Batang tunggal dengan dua cabang (lengan) horizontal yang memanjang ke arah berlawanan.
  • Sulur buah dilatih merambat di sepanjang kawat pada palang melintang berbentuk T.
  • Menyediakan sirkulasi udara yang baik dan paparan sinar matahari.
  • Membuat pemangkasan dan panen menjadi lebih sistematis.

Sistem Pergola/Gazebo

  • Tanaman merambat dilatih untuk menjuntai di atas struktur yang berada di atasnya.
  • Buah menggantung ke bawah agar mudah dipanen
  • Menciptakan naungan yang nyaman di bawahnya
  • Memangkas secara menyeluruh bisa jadi lebih menantang.
Perbandingan berdampingan sebelum dan sesudah perawatan tanaman kiwi yang menunjukkan pertumbuhan yang terlalu rimbun dan kusut dibandingkan dengan tanaman yang dipangkas rapi dan dilatih di sepanjang sistem teralis.
Perbandingan berdampingan sebelum dan sesudah perawatan tanaman kiwi yang menunjukkan pertumbuhan yang terlalu rimbun dan kusut dibandingkan dengan tanaman yang dipangkas rapi dan dilatih di sepanjang sistem teralis. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Garis Waktu Pemangkasan

Tanaman kiwi membutuhkan pendekatan pemangkasan yang berbeda berdasarkan jenis kelamin dan musim:

Jenis TanamanWaktu PemangkasanPendekatan Pemangkasan
Tanaman merambat betinaMusim dingin (musim tidak aktif)Buang 70-90% pertumbuhan tahun sebelumnya, dan jaga jarak antar batang buah agar tetap rapi.
Tanaman merambat jantanSetelah berbunga (awal musim panas)Singkirkan pertumbuhan berlebih sambil mempertahankan struktur untuk bunga tahun depan.
Kedua jenisSepanjang musim tanamBuang tunas liar dari pangkal batang dan kendalikan pertumbuhan tunas yang berlebihan.

Pelatihan Langkah demi Langkah untuk Tanaman Baru

  1. Tahun Pertama: Setelah penanaman, pangkas hingga menyisakan 2-3 tunas yang kuat. Pilih tunas terkuat yang muncul untuk menjadi batang utama dan buang semua tunas lainnya. Arahkan tunas ini secara vertikal ke atas tiang penyangga hingga ke puncak struktur penopang Anda.
  2. Tahun Kedua: Setelah batang mencapai ketinggian yang diinginkan, pilih dua tunas kuat yang tumbuh berlawanan arah untuk menjadi cabang utama (kordon). Latih tunas-tunas ini di sepanjang kawat horizontal dan pangkas tunas-tunas yang bersaing.
  3. Tahun Ketiga: Biarkan tunas tumbuh dari kordon dengan jarak 8-12 inci. Ini akan menjadi batang buah Anda. Pangkas tunas lainnya untuk mempertahankan strukturnya.
  4. Tahun Keempat dan Seterusnya: Tetapkan rutinitas pemangkasan secara teratur untuk mempertahankan kerangka dasar sekaligus mendorong pertumbuhan cabang berbuah baru setiap tahunnya.
Diagram berlabel yang menunjukkan struktur tanaman kiwi, tempat buah tumbuh pada batang berumur satu tahun, dan cara pemangkasan yang tepat.
Diagram berlabel yang menunjukkan struktur tanaman kiwi, tempat buah tumbuh pada batang berumur satu tahun, dan cara pemangkasan yang tepat. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Memahami Kebiasaan Berbuah

Untuk melakukan pemangkasan secara efektif, sangat penting untuk memahami bagaimana tanaman kiwi menghasilkan buah:

  • Buah kiwi terbentuk pada tunas musim ini yang tumbuh dari kayu berusia satu tahun.
  • Kayu yang lebih tua (2+ tahun) jarang menghasilkan tunas buah.
  • Setiap musim dingin, Anda akan membuang sebagian besar tunas buah tahun lalu, hanya menyisakan beberapa batang terpilih untuk produksi tahun depan.
  • Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan antara cabang yang berbuah sambil mengendalikan ukuran tanaman merambat.

Pengelolaan Hama dan Penyakit: Menjaga Kesehatan Tanaman Anggur Anda

Masalah umum pada tanaman kiwi: kerusakan akibat embun beku (kiri), gejala pembusukan akar (tengah), dan kerusakan akibat kumbang Jepang (kanan)

Meskipun tanaman kiwi umumnya kuat, mereka dapat menghadapi beberapa tantangan dari hama, penyakit, dan kondisi lingkungan. Mengidentifikasi dan mengatasi masalah ini dengan cepat adalah kunci untuk menjaga tanaman tetap sehat dan produktif.

Hama Umum

Tanaman kiwi dapat terserang beberapa hama serangga:

  • Kumbang Jepang: Memakan daun, menyebabkan daun tampak seperti kerangka. Pengendalian dapat dilakukan dengan memetik secara manual, menggunakan penutup baris tanaman, atau insektisida organik.
  • Tungau laba-laba berbintik dua: Menyebabkan bintik-bintik pada daun dan jaring halus. Atasi dengan semprotan air yang kuat atau sabun insektisida.
  • Kutu thrips: Dapat merusak bunga dan buah yang sedang berkembang. Kendalikan dengan sabun insektisida atau minyak neem.
  • Ulat penggulung daun: Ulat yang menggulung dan mengikat daun menjadi satu. Buang daun yang terinfeksi atau gunakan Bacillus thuringiensis (Bt).

Manajemen Penyakit

Beberapa penyakit dapat menyerang tanaman kiwi:

  • Penyakit busuk akar Phytophthora: Disebabkan oleh tanah yang tergenang air, gejalanya meliputi daun menguning dan layu. Pencegahan melalui drainase yang baik adalah kuncinya.
  • Busuk Botrytis: Jamur abu-abu yang menyerang bunga dan buah. Tingkatkan sirkulasi udara melalui pemangkasan yang tepat dan hindari penyiraman dari atas.
  • Penyakit layu Verticillium: Penyakit jamur yang ditularkan melalui tanah yang menyebabkan layu dan kematian sebagian tanaman. Hindari menanam di tanah tempat tanaman yang rentan terhadap penyakit ini pernah tumbuh.
  • Busuk pangkal batang: Penyakit jamur yang menyerang pangkal tanaman. Pastikan kedalaman tanam yang tepat dan hindari penggunaan mulsa di dekat batang.

Masalah Lingkungan

Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan kiwi:

  • Kerusakan akibat embun beku: Tunas awal musim semi sangat rentan terhadap embun beku. Gunakan penutup baris atau pilih lokasi penanaman dengan hati-hati.
  • Terbakar sinar matahari: Dapat memengaruhi batang tanaman muda dan buah. Berikan naungan untuk tanaman muda dan pertahankan penutup dedaunan yang cukup untuk buah.
  • Kerusakan akibat angin: Angin kencang dapat mematahkan tunas dan menyebabkan kerusakan pada buah. Tanam di lokasi yang terlindung atau pasang penahan angin.
  • Kekurangan nutrisi: Daun menguning atau pertumbuhan yang buruk dapat mengindikasikan masalah kekurangan nutrisi. Pengujian tanah dapat mengidentifikasi kekurangan nutrisi tertentu.

Pendekatan Manajemen Organik

Banyak masalah pada tanaman kiwi dapat dicegah atau diatasi secara organik:

  • Jaga kesehatan tanaman melalui penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan yang tepat.
  • Dorong kehadiran serangga bermanfaat dengan menanam beragam tanaman berbunga di sekitarnya.
  • Gunakan mulsa organik untuk menekan gulma dan menjaga kelembapan tanah.
  • Gunakan pupuk cair kompos atau ekstrak rumput laut untuk meningkatkan kekebalan tanaman.
  • Lakukan praktik sanitasi yang baik dengan membuang dan merawat sisa-sisa tanaman yang sakit.
Gambar komposit yang menunjukkan daun kiwi yang rusak akibat embun beku, akar kiwi yang membusuk di atas tanah, dan daun kiwi yang dimakan oleh kumbang Jepang.
Gambar komposit yang menunjukkan daun kiwi yang rusak akibat embun beku, akar kiwi yang membusuk di atas tanah, dan daun kiwi yang dimakan oleh kumbang Jepang. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Panen: Menikmati Hasil Kerja Keras Anda

Memanen buah kiwi yang matang dengan tampilan jarak dekat yang menunjukkan indikator kematangan yang tepat.

Setelah 3-5 tahun perawatan dan kesabaran, tanaman kiwi Anda akan memberi Anda panen yang melimpah. Mengetahui kapan dan bagaimana cara memanen memastikan rasa terbaik dan potensi penyimpanan yang optimal untuk buah kiwi hasil budidaya Anda sendiri.

Kapan Panen

Waktu panen berbeda-beda tergantung jenis kiwi:

Kiwi Tahan Dingin (Buah Kiwi)

  • Biasanya matang pada akhir musim panas hingga awal musim gugur (Agustus-September)
  • Dapat dipanen saat terasa sedikit lunak saat disentuh.
  • Buah akan matang di pohon dan mengembangkan cita rasa yang sempurna.
  • Panen secara bertahap seiring buah matang.
  • Buah yang matang memiliki kandungan gula 18-25%.

Buah Kiwi Berbulu

  • Panen di akhir musim gugur (Oktober-November)
  • Petiklah saat buahnya keras tetapi bijinya sudah menghitam.
  • Di sebagian besar wilayah, buah ini tidak akan matang sepenuhnya di pohonnya.
  • Panen sebelum embun beku pertama yang parah.
  • Membutuhkan pematangan pasca panen

Teknik Pemanenan

Metode panen yang tepat membantu menjaga kualitas buah:

  • Panenlah pada hari yang kering saat buah dalam keadaan kering.
  • Untuk buah kiwiberry, tarik atau putar buah dengan lembut dari tangkainya.
  • Untuk buah kiwi yang berbulu, potong batangnya dengan gunting pangkas daripada menariknya.
  • Tangani buah dengan hati-hati untuk menghindari memar.
  • Kumpulkan dalam wadah dangkal untuk mencegah penghancuran
  • Buang buah yang rusak atau terserang penyakit.
Gambar close-up tangan yang memanen buah kiwi matang dari tanaman merambat dengan gunting pangkas dan keranjang buah di dekatnya.
Gambar close-up tangan yang memanen buah kiwi matang dari tanaman merambat dengan gunting pangkas dan keranjang buah di dekatnya. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Pematangan dan Pengujian

Untuk menentukan apakah buah kiwi Anda siap panen:

  • Kiwiberry: Uji rasa adalah indikator terbaik. Saat buah mulai melunak, cicipi satu untuk memeriksa perkembangan rasanya.
  • Kiwi berbulu: Potong satu buah sebagai sampel dan periksa apakah bijinya sudah menghitam. Kandungan gula minimal harus 6-8% agar buah matang dengan baik setelah panen.

Buah kiwi yang dipotong memperlihatkan biji hitam - indikator utama kesiapan panen untuk kiwi berbulu.

Tanaman kiwi yang sudah dewasa dapat menghasilkan panen yang mengesankan:

  • Tanaman kiwi (kiwiberry) yang tahan dingin: 50-150 pon per tanaman.
  • Tanaman kiwi berbulu: 70-100 pon per tanaman.

Dengan perawatan dan pemangkasan yang tepat, tanaman anggur akan terus berproduksi pada tingkat ini selama bertahun-tahun.

Gambar close-up buah kiwi yang telah dipotong, dengan daging buah berwarna hijau cerah dan cincin biji hitam yang telah berkembang sempurna, menandakan kematangan panen yang tepat.
Gambar close-up buah kiwi yang telah dipotong, dengan daging buah berwarna hijau cerah dan cincin biji hitam yang telah berkembang sempurna, menandakan kematangan panen yang tepat. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Penyimpanan dan Penggunaan: Memanfaatkan Hasil Panen Anda Secara Maksimal

Pilihan penyimpanan dan penggunaan kuliner untuk buah kiwi hasil panen sendiri

Setelah Anda memanen buah kiwi, penyimpanan yang tepat dan penggunaan yang kreatif akan membantu Anda menikmati hasil panen Anda selama berbulan-bulan mendatang. Varietas kiwi yang berbeda membutuhkan pendekatan penyimpanan yang berbeda.

Metode Penyimpanan

Kiwi Tahan Dingin (Buah Kiwi)

  • Pendinginan: Simpan buah yang matang dalam kantong plastik berventilasi di lemari es selama 2-4 minggu.
  • Pembekuan: Bekukan buah kiwiberry matang utuh di atas nampan, lalu pindahkan ke kantong freezer untuk penyimpanan jangka panjang.
  • Pematangan: Biarkan buah yang keras matang pada suhu ruangan hingga lunak.

Buah Kiwi Berbulu

  • Penyimpanan dingin: Simpan buah yang belum matang di tempat sejuk (32-40°F) hingga 4-6 bulan.
  • Pematangan: Untuk mematangkan, letakkan buah di dekat apel atau pisang pada suhu ruangan.
  • Pendinginan: Setelah matang, simpan di lemari es selama 1-2 minggu.

Penggunaan Kuliner

Buah kiwi sangat serbaguna di dapur dan dapat digunakan dalam berbagai cara:

  • Konsumsi segar: Buah kiwi yang keras dapat dimakan utuh seperti anggur; kiwi yang berbulu biasanya dikupas dan diiris.
  • Salad buah: Menambah warna, rasa, dan nutrisi pada hidangan buah campur.
  • Smoothie: Campurkan dengan buah-buahan lain untuk minuman bergizi.
  • Makanan penutup: Gunakan sebagai topping untuk pavlova, cheesecake, atau tart.
  • Selai: Buat selai kiwi, jeli, atau chutney.
  • Buah kering: Iris dan keringkan untuk camilan bergizi.
  • Pengempuk daging: Enzim dalam buah kiwi dapat mengempukkan daging (gosokkan irisan buah kiwi pada daging 10-15 menit sebelum dimasak).

Tips Memasak: Buah kiwi mengandung aktinidin, enzim yang memecah protein. Ini berarti buah kiwi akan mencegah gelatin mengental dan dapat menggumpalkan produk susu jika dibiarkan terlalu lama. Untuk hidangan penutup dengan susu atau gelatin, tambahkan kiwi tepat sebelum disajikan.

Pemandangan dapur yang menunjukkan buah kiwi yang disimpan di lemari es, dibekukan dalam wadah, dan diolah menjadi selai, smoothie, tart, parfait, dan salad.
Pemandangan dapur yang menunjukkan buah kiwi yang disimpan di lemari es, dibekukan dalam wadah, dan diolah menjadi selai, smoothie, tart, parfait, dan salad. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Manfaat Nutrisi

Buah kiwi lokal menawarkan nilai gizi yang mengesankan:

  • Kandungan vitamin C-nya sangat tinggi (lebih tinggi daripada jeruk).
  • Sumber serat makanan yang baik
  • Mengandung kalium, vitamin E, dan folat
  • Menyediakan antioksidan yang mendukung fungsi kekebalan tubuh.
  • Rendah kalori (sekitar 60 kalori per 100g)

Panduan Pemecahan Masalah Umum: Tanya Jawab Umum

Mengapa tanaman kiwi saya tidak berbuah?

Beberapa faktor dapat mencegah pembentukan buah:

  • Usia: Tanaman kiwi biasanya membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk mulai berbuah.
  • Penyerbukan: Anda mungkin hanya memiliki tanaman betina atau hanya tanaman jantan. Pastikan Anda memiliki keduanya kecuali jika menanam varietas yang dapat melakukan penyerbukan sendiri.
  • Pemangkasan: Pemangkasan yang berlebihan atau tidak tepat dapat menghilangkan cabang yang menghasilkan buah.
  • Kerusakan akibat embun beku: Embun beku di musim semi mungkin telah membunuh kuncup bunga.
  • Iklim: Varietas Anda mungkin tidak cocok untuk zona pertumbuhan Anda.

Daun kiwi saya menguning. Ada apa?

Daun yang menguning dapat menunjukkan beberapa masalah:

  • Kekurangan nutrisi: Terutama nitrogen, zat besi, atau magnesium
  • Penyiraman berlebihan: Tanah yang terlalu basah dapat menyebabkan masalah pada akar dan daun menguning.
  • Busuk akar: Penyakit jamur yang disebabkan oleh drainase yang buruk.
  • Penuaan normal: Beberapa daun tua menguning di musim gugur adalah hal yang normal.

Periksa kelembapan dan drainase tanah terlebih dahulu, kemudian pertimbangkan untuk melakukan uji tanah guna mengidentifikasi kekurangan nutrisi tertentu.

Bagaimana cara saya mengetahui apakah tanaman kiwi saya jantan atau betina?

Anda hanya dapat membedakan tanaman jantan dan betina secara akurat ketika mereka berbunga, biasanya pada tahun ketiga:

  • Bunga betina: Memiliki putik pusat yang berkembang dengan baik dengan banyak stigma dan menghasilkan buah ketika diserbuki.
  • Bunga jantan: Memiliki banyak benang sari dengan serbuk sari berwarna kuning tetapi tidak memiliki putik di tengah dan tidak pernah menghasilkan buah.

Sampai tanaman berbunga, andalkan label tanaman dari pembibitan terpercaya. Jika Anda memperbanyak tanaman dari stek, catat dengan cermat jenis kelamin tanaman sumbernya.

Tanaman kiwi saya tumbuh subur tetapi tidak menghasilkan banyak buah. Mengapa?

Pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan mengorbankan pembentukan buah adalah hal yang umum dan biasanya menunjukkan:

  • Pemupukan berlebihan: Terlalu banyak nitrogen mendorong pertumbuhan daun daripada produksi buah.
  • Pemangkasan yang tidak memadai: Tanpa pemangkasan yang tepat, tanaman anggur akan menginvestasikan energinya untuk pertumbuhan daripada berbuah.
  • Tanaman muda: Tanaman merambat berusia di bawah 3-5 tahun fokus pada pembentukan diri sebelum berbuah lebat.

Solusi: Kurangi pupuk nitrogen, terapkan praktik pemangkasan yang tepat, dan bersabarlah dengan tanaman muda.

Bisakah saya menanam kiwi di dalam wadah?

Ya, tetapi dengan keterbatasan:

  • Kiwi tahan dingin (Actinidia arguta) lebih mudah beradaptasi dengan penanaman dalam wadah dibandingkan kiwi berbulu.
  • Gunakan wadah besar (minimal 20 galon) dengan drainase yang baik.
  • Sediakan teralis atau struktur penyangga yang kokoh.
  • Pilih varietas yang kompak atau yang dapat melakukan penyerbukan sendiri seperti 'Issai'.
  • Perkirakan hasil panen yang lebih rendah dibandingkan dengan tanaman anggur yang ditanam di tanah.
  • Lindungi tanaman yang ditanam dalam pot dari hawa dingin musim dingin, karena akarnya lebih rentan.

Berapa lama tanaman kiwi saya akan menghasilkan buah?

Dengan perawatan yang tepat, tanaman kiwi dapat berumur panjang dan produktif:

  • Tanaman anggur biasanya mulai berbuah pada tahun ke-3 hingga ke-5.
  • Produksi puncak terjadi sekitar tahun ke-8 hingga ke-10.
  • Tanaman anggur yang dirawat dengan baik dapat terus berproduksi selama 20-50 tahun.
  • Pemangkasan rutin, pemupukan, dan pengendalian hama adalah kunci untuk umur panjang.
Tanaman kiwi dewasa yang sarat dengan buah kiwi matang tumbuh menjalar di atas pergola kayu di taman yang diterangi sinar matahari.
Tanaman kiwi dewasa yang sarat dengan buah kiwi matang tumbuh menjalar di atas pergola kayu di taman yang diterangi sinar matahari. Klik atau ketuk gambar untuk informasi selengkapnya.

Kesimpulan: Perjalanan Anda Menanam Kiwi

Menanam kiwi di rumah membutuhkan kesabaran dan perhatian terhadap detail, tetapi hasilnya sepadan dengan usaha yang dilakukan. Mulai dari memilih varietas yang tepat untuk iklim Anda hingga menguasai teknik pemangkasan, setiap langkah dalam proses ini berkontribusi pada tanaman merambat yang sehat dan produktif yang dapat menghasilkan buah lezat selama beberapa dekade.

Ingatlah bahwa tanaman kiwi merupakan investasi jangka panjang di kebun Anda. Meskipun mungkin dibutuhkan waktu 3-5 tahun sebelum Anda memanen buah pertama, tanaman yang sudah mapan dapat menghasilkan buah secara melimpah selama 20 tahun atau lebih dengan perawatan yang tepat. Manfaat nutrisi dan rasa unik buah kiwi yang ditanam sendiri menjadikannya tambahan yang berharga untuk kebun rumah mana pun.

Baik Anda memilih kiwiberry yang tahan banting dan tumbuh subur di iklim dingin atau kiwifruit berbulu untuk daerah yang lebih hangat, terapkan pengetahuan dari panduan ini untuk menciptakan kondisi pertumbuhan yang optimal. Seiring waktu, tanaman kiwi Anda akan menjadi fitur yang produktif dan indah di lanskap Anda, memberikan daya tarik visual dan panen bergizi selama bertahun-tahun yang akan datang.

Bacaan Lebih Lanjut

Jika Anda menikmati postingan ini, Anda mungkin juga menyukai saran berikut:


Bagikan di BlueskyBagikan di FacebookBagikan di LinkedInBagikan di TumblrBagikan di XBagikan di LinkedInPin di Pinterest

Amanda Williams

Tentang Penulis

Amanda Williams
Amanda adalah seorang tukang kebun yang rajin dan menyukai semua hal yang tumbuh di tanah. Dia memiliki hasrat khusus untuk menanam buah dan sayurannya sendiri, tetapi semua tanaman menarik minatnya. Dia adalah seorang blogger tamu di miklix.com, di mana dia memfokuskan kontribusinya pada tanaman dan cara merawatnya, tetapi kadang-kadang juga dapat menyimpang ke topik lain yang berhubungan dengan taman.

Gambar-gambar di halaman ini mungkin merupakan ilustrasi atau perkiraan yang dihasilkan komputer, sehingga belum tentu merupakan foto asli. Gambar-gambar tersebut mungkin mengandung ketidakakuratan dan tidak boleh dianggap benar secara ilmiah tanpa verifikasi.